Kepemimpinan dalam dunia pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moral siswa. Untuk memahami pendekatan kebijakan yang berfokus pada nilai-nilai kebajikan dalam dunia pendidikan, saya berbicara dengan Bapak H. Mohamad Ali Muksin, S.Pd., MM, Kepala Sekolah, dan Bapak Sugianto, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan di SMK Negeri 3 Banjarmasin.
Menurut Bapak Ali, kebijakan berbasis nilai kebajikan memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan di sekolah. “Nilai-nilai kebajikan, seperti kejujuran, integritas, dan kerja sama, adalah pondasi dari pembentukan karakter siswa. Beliau percaya bahwa mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam keputusan sehari-hari membantu siswa tumbuh sebagai individu yang lebih baik.”
Di waktu wawancara lainnya, bapak Sugianto menambahkan, “Ketika kita menghadapi situasi penting seperti sanksi atau penghargaan, beliau selalu pertimbangkan implikasi moral. Misalnya, kita tidak hanya mempertimbangkan pelanggaran aturan, tetapi juga dampaknya pada karakter siswa dan lingkungan sekolah secara keseluruhan.”
Bapak Ali juga menjelaskan bahwa pengambilan keputusan berbasis nilai kebajikan tidak hanya berlaku untuk siswa, tetapi juga untuk warga sekolah yaitu tenaga pendidik dan kependidikan. “Ketika kita memiliki masalah atau salah paham di antara tenaga pendidik atau kependidikan, beliau selalu mengutamakan diskusi yang terbuka dan jujur, yang didasarkan pada nilai-nilai kebajikan seperti saling menghormati dan bekerja sama.”
Kepemimpinan berbasis nilai kebajikan ini mencerminkan komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan karakter siswa. Bapak Ali dan Bapak Sugianto berharap bahwa pendekatan ini akan membantu siswa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bertanggung jawab, dan berkontribusi positif kepada masyarakat. Dengan nilai-nilai kebajikan sebagai pedoman, mereka yakin bahwa pengambilan keputusan di sekolah akan selalu mencerminkan tujuan utama pendidikan, yaitu membentuk individu yang baik dan beretika.
Portofolio Digital Arif Wahyudi Tergerak untuk melakukan perubahan